Irena Calon Tersangka Pemalsuan Identitas di Kasus Ahok Terancam Bui – Bandar Poker Domino.

Irena Calon Tersangka Pemalsuan Identitas di Kasus Ahok Terancam Bui

Tim Advokasi Bhinneka Tunggal Ika Basuki Tjahaja Purnama (BTP) akan melaporkan Irena Handono ke Polda Metro Jaya karena keterangannya penuh kebohongan, fitnah, dan memiliki kecenderungan pembunuhan karakter (character assasination). Kebohongan Irena yang mengaku mantan biarawati terungkap saat memberikan keterangan sebagai saksi pelapor kasus Ahok dalam sidang lanjutan di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (10/1).

Penegasan ini disampaikan salah seorang anggota kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Humphrey Djemat di Jakarta, Selasa (10/1). “Kita akan lapor dan bongkar kebohongannya,” tegasnya.

Menurut Humphrey , keterangan saksi kedua Irena Handono banyak bersifat palsu dan fitnah. Karena itu, Irena yang mengaku mantan biarawati, terancam masuk penjara dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Dalam Pasal 242 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) khususnya ayat (1) menyebutkan “Barangsiapa dalam keadaan di mana undang-undang menentukan supaya memberi keterangan di atas sumpah atau mengadakan akibat hukum kepada keterangan yang demikian, dengan sengaja memberi keterangan palsu di atas sumpah, baik dengan lisan ataupun tulisan, secara pribadi maupun oleh kuasanya yang khusus ditunjuk untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Fitnahan dan Kebohongan yang di buat oleh Irena.

Irena Calon Tersangka Pemalsuan Identitas di Kasus Ahok Terancam Bui

Humphrey membeberkan sejumlah keterangan Irena yang dianggap bohong dan memfitnah serta mencoba memberatkan dengan mengatakan hal yang tidak semestinya.
Pertama, ia menuduh Ahok merubuhkan Masjid. Padahal proses tersebut belum selesai bahkan masjid itu mau dibangun lebih bagus lagi.

Kedua, Irena menuduh Ahok tak memperbolehkan kegiatan Islam di Monas, sementara kegiatan Kristen boleh. Padahal tidak boleh semuanya kecuali kegiatan kenegaraan di Monas.

Ketiga, saat Ahok menjabat tiap hari Jumat, tak boleh pakai-pakaian Muslim, padahal tidak pernah ada larangan tersebut.

Keempat, Irena juga bilang orang Kepulauan Seribu ketakutan karena sudah diberi insentif program ikan kerapu dari Pemprov. Padahal keterangan ini tidak berdasar.

Kuasa hukum menekankan, saksi Irena terlalu banyak memotong perkataan Ahok tanpa memahami konteks tiap-tiap pembicaraan Ahok di tiap video yang sering diunggah oleh Pemprov DKI.

Kuasa Hukum juga meminta majelis hakim menyatakan bahwa Irena adalah saksi palsu karena keterangan-keterangannya bohong padahal sudah disumpah. Majelis Hakim sudah menerima permintaan kuasa hukum untuk menyatakan bahwa Irena adalah saksi palsu. “Majelis hakim bilang akan memproses permintaan tersebut dengan konsekuensi proses persidangan bisa terhenti,” terangnya.

Irena Membohongi Publik dan Sumpah Palsu Sebagai Saksi Ahok Dengan Identitas Palsu

Dalam wawancara di majalah Hidayah dan media Republika dia mengaku biarawati dan ahli Kristologi, sosok penipu ini bernama Hj.Irena Handono. Seorang wanita yang mengaku mantan biarawati katolik dan ahli Kristologi.

Menurut Jurnalis Syaikha Gayatri yang saat ini ramai membicarakan penipuan jati diri Hj.Irena Handono yang hari ini menjadi saksi dalam kasus Pak Ahok.

Hj.Irena Handono tidak pernah study Kristologi dan bukan seorang biarawati karena belum terikat sumpah dan memakai jubah Biarawati.

Bagi teman yang berada di wilayah Jakarta juga dapat melakukan Crosscheck ke STFT Driakara apakah benar atua tidak Irena ini ahli Kristologi atau bukan.

Dalam sebuah Grup di Facebook bernama “SAVE AHOK” otomatis hal ini menjadi sebuah pembincangan serius dan menuai banyaknya komentar dari Netizen.

Irena Calon Tersangka Pemalsuan Identitas di Kasus Ahok Terancam Bui